Pengecoran Logam

Posted: Februari 13, 2012 in Uncategorized

Penelaahan Dasar Mengenai Pengecoran

  •  Sifat-sifat logam cair

1.    Perbedaan antara logam cair dan air
Logam cair adalah cairan seperti air, tetapi berbeda dari air dalam beberapa hal.
Yaitu :  –    kecairan logam sangat tergantung  pada temperatur .
–    Berat jenis logam lebih berat dari pada berat jenis air
–    Air menyebakan permukaan dinding wadah menjadi basah,    sedangkan logam cair tidak.
2.    Kekentalan logam cair
Aliran logam cair di pengaruhi terutama oleh kekentalan logam cair dan oleh kekasaran permukaan cetakan. Sedangkan kekentalan tergantung  pada temperatur, di mana pada temperatur tinggi kekentalan menjadi lebih rendah, dan pada temperatur rendah kekentalan menjadi lebih tinggi. Kekentalan juga tergantung dengan macam logamnya.
3.    Aliran logam cair
Logam cair mengalir melalui rongga sebuah cetakan di mana ia tidak mengikuti keadaan cair sempurna. Tetapi kalau temperatur logam jauh di atas titik cair , maka lapisan beku tidak akan cepat tumbuh pada permukaan dinding cetakan.
4.    Tegangan permukan logam cair
Pada permukaan bebas dari setiap cairan bekerjua suatu gaya untuk membuat  permukaan menjadi kecil.

  •  Pembekuan logam

1.    Pembekuan logam murni
Logam murni perlahan-lahan di dinginkan maka pembekuan terjadi pada temperatur  yang konstan.
2.    Pembekuan paduan
3.    Pembekuan coran
Pembekuan coran di mulai dari logam yang bersentuhan dengan cetakan. Yaitu ketika panas dari logam cair di ambil oleh cetakan sehingga bagian logam yang bersentuhan dengan cetakan itu mendingin sampai titik beku.

  •  Struktur mikro dan sifat-sifat coran

1.    Struktur coran besi kelabu
–      Struktur besi cor
Sruktur besi cor terdiri dari : grafit, ferit, sementit, dan perlit.
–      Sruktur grafit
Grafit adalah satu bentuk kristal karbon yang lunak dan rapuh, mempunyai   kekerasan Brinell, kekuatan tarik, berat jenis.
2.    Sifat-sifat coran besi cor
–      Sifat-sifat mekanis dari coran besi kelabu.
sifat-sifat itu ialah kekuatan tarik, perpanjangan, kekerasan kekuatan tekan, kekuatan bentur, kekuatan lentur, kekuatan lelah, tahanan aus, mampu mesin, sifat meredam getaran dan lainnya.
–    Sifat-sifat fisik dan kimia dari coran besi kelabu
Sifat-sifat besi cor secara rata-rata
1.    Berat jenis
2.    Pemuaian panas
3.    Konduktivitas listrik
4.    Ketahanan korosi
–    Sifat-sifat besi cor bergrafit bulat
Besi cor bergrafit bulat mempunyai kekuatan dan keliatan yang tinggi dan sifat-sifatnya yang unik dalam sifat-sifat fisik dan kimianya.
3.    Struktur dan sifat-sifat besi cor mampu-tempa
Besi cor mampu tempa di golongkan menjadi besi cor mampu tempa perapian putih dan hitam.
4.    Struktur dan sifat-sifat baja cor
Struktur dan sifat-sifat dari baja cor tahan panas
–    Kestabilan permukaan(tahan korosi dan tahan asam yang baik)
–    Kekuatan melar pada temperatur yang tinggi
–    Keuletan pada temperatur tinggi
–    Tahanan yang tinggi terhadap kegetasan karena pengarbonan
–    Tahanan yang tinggi terhadap kelelahan panas
–    Tahan aus yang baik dan deformasi yang kecil
Pola

1. Pola dalam Pengecoran Pasir

• Pola dibuat lebih besar dari ukuran produk yang sebenarnya untu       mengkompensasi:
–    Penyusutan
–    Proses pemesinan selanjutnya (finishing)
• Material pola:
–    Kayu
–    Plastik
–    Logam
• Pola kayu

– Kelebihan: banyak digunakan karena kemudahan dalam proses pembentukan

– Kekurangan: kecendurangan melengkung dan terkena abrasi pasir (cepat aus)
• Pola metal: lebih tahan lama tetapi mahal
• Pola plastik: kompromi kelebihan/kekurang antara kayu dan metal

2. Jenis Pola

a) Solid pattern: mudah dibuat, sulit dalam pembuatan cetakan (penentuan parting line, letak gating system dll), cocok untuk volume produksi rendah
b) Split pattern: cocok untuk bentuk komplek dengan volume produksi sedang, parting line telah ditentukan
c) Match-plate pattern: bagian atas/bawah dalam satu plat , cocok
untuk volume produksi tinggi
d) Cope-and-drag pattern: bagian atas/bawah dalam plat yang terpisah, cocok untuk volume produksi tinggi

Pengecoran dengan rongga internal
a) Core held in the mold cavity by chaplets
b) Possible chaplet design
c) Casting with internal cavity

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s