Arsip untuk Februari, 2012

Komponen AC

Posted: Februari 16, 2012 in Uncategorized

MENGENAL KOMPONEN AC
KOMPONEN AC dikelompokan menjadi 4 bagian, yaitu komponen utama, komponen pendukung, kelistrikan, dan bahan pendingin( refrigran)

Komponen Utama
A. Kompresor
Jika dianalogikan, cara kerja kompresor AC layaknya seperti jantung ditubuh manusia , sebagi pusat sirkulasi darah yang diedarkan keseluruh tubuh. Kompresor AC berfungsi sebagai pusat sirkulasi (memompa dan mengedarkan) bahan pendingin atau refrigran (Freon) keseluruh bagian AC. Fungsi kompresor lainnya adalah membentuk dua daerah tekanan yang berbeda, daerah bertekanan tinggi dan rendah.
Ada tiga jenis kompresor AC yang banyak beredar dipasaran, yaitu kompresor torak (reciprokating compressor), sentri pugal, dan rotary .Ketiga jenis kompresor tersebut memiliki cara kerja yang berbeda , tetapi prinsipnya sama yaitu menciptaka komprehensi (tekanan ) dan kecepatan laju aliran pada refrigran atau Freon sebagai fluida didalam system pendinginan

B. Kondesor
Kondensor berfungsi sebagai alat penukaran kalor ,menurunkan temperatur refrigran dari bentuk gas menjadi cair.Biasanya pada kondensor AC menggunakan udara sebagai media pendinginnya (air cooling condensor ). Sejumlah kalor yang terdapat pada refrigeran dilepaskan keudara bebas dengan bantuan kipas (fan motor). Agar proses pelepasan kalor bisa lebih cepat, pipa kondensor didesain berliku dan dilengkapi dengan sirip. Untuk itu, pembersihan sirip-sirip pipa kondensor sangat penting agar perpindahan kalor refrigran tidak terganggu. Jika sirip-sirip kondensor dibiarkan dalam kondisi kotor, akan mengakibatkan AC menjadi kurang dinggin.

C. Pipa Kapiler
Pipa kapiler merupakan komponen utama yang berfungsi menurunkan tekanan refrigeran dan mengatur aliran refrigeran menuju evaporator. Fungsi utama pipa kapiler ini sangat vital karena menghubungkan dua bagian tekanan berbeda, yaitu tekanan tinggi dan tekanan rendah. Refrigeran bertekanan tinggi sebelum melewati pipa kapiler akan diubah atau diturunkan tekanannya. Akibat dari penurunan tekanan refrigeran akan menurunkan tekanan suhu. Pada bagian inilah (pipa kapiler) refrigeran akan mencapai suhu terendah (terdingin). Pipa kapiler terletak diantara saringan (filter) dan evaporator. Ketika mengganti atau memasang pipa kapiler baru, sebisa mungkin tidak bengkok karena bisa menyebabakan penyumbatan. Penggantian komponen pipa kapiler harus disesuikan dengan diameter dan panjang pipa sebelumnya.

D. Evaporator.
Evaporator berfungsi menyerap dan mengahasilkan panas dari udara ke refrigran. Akibatnya, wujud cair refrigeran setelah melewati pipa kapiler akan berubah wujud menjadi gas. Secara sederhana, evaporator bisa dikatakan sebagai alat penukar panas. Udara panas disekitar ruangan ber-AC diserap oleh evaporator dan masuk melewati sirip-sirip pipa sehinga suhu udara yang keluar dari sirip-sirip menjadi lebih rendah dari kondisi semula atau dingin. Sirkulasi udara ruangan ber-AC diatur oleh blower indoor.
Bagian evaporator memerlukan pembersihan secara berkala. Pembersihan sirip-sirip pipa evaporator menjadi sangat penting karena berpengaruh pada laju perpindahan panas udara ruangan. Ketika sirip-sirip pipa evaporator tersumbat oleh kotoran, penyerapan panas pada udara tidak berjalan dengan baik.Akibatnya, embusan udara yang keluar dari AC terasa kurang dingin.
Pada dasarnya, evaporator dan kondensor merupakan alat penukar panas, tetapi mempunyai prinsip kerja yang berlawanan. Dengan demikian, kedua bagian ini merupakan komponen yang sangat penting dan berpengaruh terhadap kerja sistim pendinginan secara keseluruhan

Komponen pedukung AC
A. Strainer
Strainer atau saringan berfungsi sebagai menyaring kotoran yang terbawa oleh refrigran didalam sistem AC. Kotoran yang lolos dari saringan karena strainer rusak dapat menyebabkan penyumbatan pipa kapiler. Akibatnya, sirkulasi refrigeran menjadi terganggu. Biasanya, kotoran yang menjadi penyumbatan sistem pendingin, seperti karat dan serpihan logam.

B. Accumulator
Accumulator berfungsi sebagai penampung sementara refrigeran cair bertemperatur rendah dan campuran minyak pelumas evaporator. Selain itu, accumulator juga berfungsi mengatur sirkulasi aliran bahan refrigeran agar bisa keluar masuk melalui saluran yang terdapat di bagian atas accumulator menuju ke saluran isap kompresor. Untuk mencegah agar refrigeran cair tidak mengalir kekompresor, accumulator mengkondisikan wujud refrigeran tetap dalam wujud gas, sebab ketika wujud refrigeran berbentuk gas akan lebih mudah masuk kedalam kompresor dan tidak merusak bagian dalam kompresor.

C. Minyak Pelumas Kompresor
Minyak pelumas atau oli kompresor pada sistim AC berguna untuk melumasi bagian-bagian kompresor agar tidak cepat aus karena gesekan. Selain itu, minyak pelumas berfungsi meredam panas dibagian-bagian kompresor. Sebagian kecil dari oli kompresor bercampur dengan refrigran, kemudian ikut bersikulasi didalam sistem pendingin melewati kondensor dan evaporator. Oleh sebab itu, oli kompresor harus memiliki persyaratan khusus, yaitu bersifat melumasi, tahan terhadap temperatur kopresor yang tinggi, mimiliki titik beku yang rendah karena bercampur dengan refrigeran, dan tidak menimbulkan efek negatif (merusak) pada sifat refrigeran serta komponen AC yang dilewatinya. Secara spesifik, syarat yang harus dipenuhi sebagai berikut :
1. Memiliki struktur kimia yang stabil, tidak bereaksi dengan refrigran , dan tidak   memiliki sifat korosi.
2.Tidak merusak tembaga pada suhu 121 c.
3. Tidak mengandung air, ter, lilin, dan kotoran lainnya.
4. Memiliki titik beku yang rendah sehingga masih dapat bersikulasi melewati suhu     yang rendah.
5. Tidak berbusa, sebab busa pada minyak pelumas dapat merusak katup kompresor dan menyumbat pipa kapiler.
6.Mempunyai koefesien dielektrik yang rendah atau tidak mengantar arus listrik.
7. Mampu melumasi pada temperatur yang tinggi dan rendah.

D. Kipas(Fan atau Blower)
Pada komponen AC, blower terletak dibagian indoor yang berfungsi menghembuskan udara dingin evaporator. Fan atau kipas terletak pada bagian outdoor yang berfungsi mendinginkan refrigeran pada kondensor. Sebenarnya penyebutan blower (bagian indoor) dan kipas (bagian outdoor) hanya untuk memudahkan karena keduanya memiliki bentuk yang berbeda. Blower berbentuk seperti tabung bersirip, sedangkan kipas terdiri dari bilah daun kipas. Keduanya bagian atau komponen yang berputar pada porosnya secara terus menerus ketika kompresor bekerja (dialiri arus listrik). Komponen blower( indoor) dan kipas (outdoor) digerakkan oleh motor listrik yang berbeda.

Komponen Kelistrikan
A. Thermistor
B. Kapasitor
C. Overloud Motor Protektor
D. Motor Listrik
E. Motor Kompresor

Bahan Pendingin atau Refrigeran
Evaporator/pendingin.
Refrigent menyerap panas dalam ruangan melalui kumparan pendingin dan kipas
evaporator meniupkan udara dingin ke dalam ruangan. Refrigent dalam evaporator mulai berubah kembali menjadi uap bertekanan rendah, tapi masih mengandung sedikit cairan. Campuran refrigent kemudian masuk ke akumulator/pengering. Ini juga dapat
berlaku seperti mulut/orifice kedua bagi cairan yang berubah menjadi uap bertekanan rendah yang murni, sebelum melalui kompresor untuk memperoleh tekanan dan beredar dalam sistem lagi. Biasanya, evaporator dipasangi silikon yang berfungsi untuk menyerap kelembapan dari refrigent

Iklan

Pengecoran Logam

Posted: Februari 13, 2012 in Uncategorized

Penelaahan Dasar Mengenai Pengecoran

  •  Sifat-sifat logam cair

1.    Perbedaan antara logam cair dan air
Logam cair adalah cairan seperti air, tetapi berbeda dari air dalam beberapa hal.
Yaitu :  –    kecairan logam sangat tergantung  pada temperatur .
–    Berat jenis logam lebih berat dari pada berat jenis air
–    Air menyebakan permukaan dinding wadah menjadi basah,    sedangkan logam cair tidak.
2.    Kekentalan logam cair
Aliran logam cair di pengaruhi terutama oleh kekentalan logam cair dan oleh kekasaran permukaan cetakan. Sedangkan kekentalan tergantung  pada temperatur, di mana pada temperatur tinggi kekentalan menjadi lebih rendah, dan pada temperatur rendah kekentalan menjadi lebih tinggi. Kekentalan juga tergantung dengan macam logamnya.
3.    Aliran logam cair
Logam cair mengalir melalui rongga sebuah cetakan di mana ia tidak mengikuti keadaan cair sempurna. Tetapi kalau temperatur logam jauh di atas titik cair , maka lapisan beku tidak akan cepat tumbuh pada permukaan dinding cetakan.
4.    Tegangan permukan logam cair
Pada permukaan bebas dari setiap cairan bekerjua suatu gaya untuk membuat  permukaan menjadi kecil.

  •  Pembekuan logam

1.    Pembekuan logam murni
Logam murni perlahan-lahan di dinginkan maka pembekuan terjadi pada temperatur  yang konstan.
2.    Pembekuan paduan
3.    Pembekuan coran
Pembekuan coran di mulai dari logam yang bersentuhan dengan cetakan. Yaitu ketika panas dari logam cair di ambil oleh cetakan sehingga bagian logam yang bersentuhan dengan cetakan itu mendingin sampai titik beku.

  •  Struktur mikro dan sifat-sifat coran

1.    Struktur coran besi kelabu
–      Struktur besi cor
Sruktur besi cor terdiri dari : grafit, ferit, sementit, dan perlit.
–      Sruktur grafit
Grafit adalah satu bentuk kristal karbon yang lunak dan rapuh, mempunyai   kekerasan Brinell, kekuatan tarik, berat jenis.
2.    Sifat-sifat coran besi cor
–      Sifat-sifat mekanis dari coran besi kelabu.
sifat-sifat itu ialah kekuatan tarik, perpanjangan, kekerasan kekuatan tekan, kekuatan bentur, kekuatan lentur, kekuatan lelah, tahanan aus, mampu mesin, sifat meredam getaran dan lainnya.
–    Sifat-sifat fisik dan kimia dari coran besi kelabu
Sifat-sifat besi cor secara rata-rata
1.    Berat jenis
2.    Pemuaian panas
3.    Konduktivitas listrik
4.    Ketahanan korosi
–    Sifat-sifat besi cor bergrafit bulat
Besi cor bergrafit bulat mempunyai kekuatan dan keliatan yang tinggi dan sifat-sifatnya yang unik dalam sifat-sifat fisik dan kimianya.
3.    Struktur dan sifat-sifat besi cor mampu-tempa
Besi cor mampu tempa di golongkan menjadi besi cor mampu tempa perapian putih dan hitam.
4.    Struktur dan sifat-sifat baja cor
Struktur dan sifat-sifat dari baja cor tahan panas
–    Kestabilan permukaan(tahan korosi dan tahan asam yang baik)
–    Kekuatan melar pada temperatur yang tinggi
–    Keuletan pada temperatur tinggi
–    Tahanan yang tinggi terhadap kegetasan karena pengarbonan
–    Tahanan yang tinggi terhadap kelelahan panas
–    Tahan aus yang baik dan deformasi yang kecil
Pola

1. Pola dalam Pengecoran Pasir

• Pola dibuat lebih besar dari ukuran produk yang sebenarnya untu       mengkompensasi:
–    Penyusutan
–    Proses pemesinan selanjutnya (finishing)
• Material pola:
–    Kayu
–    Plastik
–    Logam
• Pola kayu

– Kelebihan: banyak digunakan karena kemudahan dalam proses pembentukan

– Kekurangan: kecendurangan melengkung dan terkena abrasi pasir (cepat aus)
• Pola metal: lebih tahan lama tetapi mahal
• Pola plastik: kompromi kelebihan/kekurang antara kayu dan metal

2. Jenis Pola

a) Solid pattern: mudah dibuat, sulit dalam pembuatan cetakan (penentuan parting line, letak gating system dll), cocok untuk volume produksi rendah
b) Split pattern: cocok untuk bentuk komplek dengan volume produksi sedang, parting line telah ditentukan
c) Match-plate pattern: bagian atas/bawah dalam satu plat , cocok
untuk volume produksi tinggi
d) Cope-and-drag pattern: bagian atas/bawah dalam plat yang terpisah, cocok untuk volume produksi tinggi

Pengecoran dengan rongga internal
a) Core held in the mold cavity by chaplets
b) Possible chaplet design
c) Casting with internal cavity